MENJADI MUSLIMAH YANG TENANG DAN GEMBIRA

Sekitar 80 akhwat/ummahat dari pekalongan, Batanghari, sekampung, Raman, jepara dan sekitarnya  menhadiri silaturrahiim dan penguatan kader yang diadakan di pekalongan.

Kegiatan ini diadakan kerjasama BPKK Dpd dengan Salimah lamtim. Kegiatan yang dimulai pukul 14.30 ini berlangsung hangat dan penuh antusias sehingga tak heran sampai akhir acara pukul 17.45 para peserta tetap tampak semangat.

Kegiatan silaturrahiim dan penguatan kader ini menghadirkan pembicara: ibu Nurul hidayati anggota majelis syuro yang juga istri ustadz Muzamil yusuf anggota DPRRI PKS.

Diawal penyampaian materinya, bu Nurul menyapaikan tentang keistimewaan menjadi seorang muslimah. Posisi seorang muslimah dalam islam adalah terhormat dan dihargai. Muslimah hendaknya berperan dalam amar ma'ruf nahi munkar di masyarakat tapi hal itu tidak serta merta diterima masyarakat akan tetapi haruslah berproses dengan lebih dahulu kita dipandang sebagai pribadi yang baik, peduli dan dipercaya barulah orang lain akan merespon apa yang kita sampaikan.

Selain itu setiap muslimah hendaknya menyadari bahwa seorang ibu itu haruslah gemar membaca dan menuntut ilmu sebagai bekal dalam mendidik anak, jangan sampai ada yang berfikiran bahwa "Sekolah tinggi  tapi cuma mengasuh anak", itu adalah fikiran yang keliru, karena mengasuh anak bukanlah hal sepele dan rendah, itu adalah perbuatan mulia untuk mencetak calon pemimpin Islam kedepan.

Masalah komunikasi yang terbuka dan lancar antara istri dengan suami juga adalah hal penting dalam menjaga keharmonisan keluarga.

Seorang ibu juga haruslah beraktivitas dengan gembira karena kondisi psikis seorang ibu akan berpengaruh terhadap keluarganya. Agar seorang ibu mendapatkan ketenangan dan kegembiraan maka kuncinya adalah ibadahnya harus terjaga, salah satunya dengan menjaga tilawah qur'an. Karena dengan kegemaran  tilawah maka hati akan menjadi tenang dan gembira serta do'a do'a insya Allah akan Allah kabulkan.


0 Response to "MENJADI MUSLIMAH YANG TENANG DAN GEMBIRA"

Posting Komentar