Junaidi Auly Keliling Lampung Sosialisasi Uang Elektronik


Ahmad Junaidi Auly, Anggota Komisi XI DPR RI asal Partai Keadilan Sejahtera mengisi seminar tentang sosialisasi uang elektronik sebagai alternatif alat tukar di Way Jepara Lampung Timur, Kamis 9 November 2017. Acara yang diselenggarakan oleh Lampung Mandiri Sejahtera yang bekerja sama dengan DPD PKS Lampung Timur ini juga menghadirkan Noviarsono Manullang, perwakilan Bank Indonesia Wilayah Lampung.

Menurut Junaidi, kegiatan seperti ini rutin dilakukannya sebagai anggota legislatif dari daerah pemilihan Lampung 2 yang terdiri dari 7 kabupaten kota, sebagai wujud kerja nyata pelayanan, sarana penyerap aspirasi rakyat dan juga memberi informasi perkembangan yang terjadi di negara kita sekaligus mensosialisasikan terobosan-terobosan terbaru dalam dunia teknologi seperti halnya uang elektronik yang masih menjadi berita hangat di dalam negeri.

“Kalau di Indonesia yang sempat heboh kemarin adalah pembayaran tarif jalan tol dengan uang elektronik, dimana tidak semua orang tahu tentang pemberlakuan itu dan bagaimana mendapatkannya serta bagaimana mengisi ulang jika uang yang ada dikartu itu habis”, ungkapnya.

Secara prinsip uang elektonik ini membantu kalangan masyarakat yang mulai beralih ke transaksi digital, meskipun masih banyak juga masyarakat kita yang melakukan transaksi secara tunai atau menggunakan uang fisik.

Oleh karena itu kita selaku pemerintah dan Bank Indonesi selaku lembaga penyelenggara harus melakukan sosialisasi kepada masyarakat luas agar faham tentang penggunaan uang elektronik ini. Tentunya sebelum benar-benar kita berlakukan uang elektonik sebagai alat pembayaran kita selaku pemerintah harus melakukan penelitian seberapa besar rakyat menyambut uang elektronik ini sebagai alat pembayaran atau malah menolak.
Untuk masukan kepada pihak penyelenggara atau penyedia uang elektronik agar kiranya jika masyarakat/nasabah melakukan TOP UP atau mengisi saldo uang elektronik tidak lagi dikenakan biaya administrative. Karena pada dasarnya pihak penyelenggara mendapatkan dana segar dari para nasabah pengguna uang elektronik tanpa harus memberikan bunga.

Sementara Noviarsono Manullang selaku perwakilan dari Bank Indonesia menyampaikan meskipun masyarakat Indonesia saat ini masih menjadikan uang tunai sebagai pilihan utama, namun berangsur-angsur mulai berkembang penggunaan uang elektronik untuk berbagai transaksi seperti di negara-negara maju.

Untuk menjawab tantangan dimasa yang akan datang maka bank Indonesia akan membangun sebuah provider sebagai penyelenggara uang elektronik layaknya perusahaan provider Visa International Service Association (VISA .INC).

Menanggapi pertanyaan Ibnu Junianto, salah seorang peserta seminar tentang keberadaan uang fisik, jika nanti uang elektronik dinyatakan sebagai alat pembayaran yang sah, serta langkah BI untuk mengontrol uang elektonik, Junaidi menyampaikan tidak menutup kemungkinan uang fisik
tidak ada lagi, karna pastinya lebih aman dan efisisen.
“Tentang kewenangan BI dalam mengontrol uang tentu beda antara uang fisik dan uang elektronik. Kita harus melakukan pembaharuan undang-undang atau peraturan tentang hal tersebut’, pungkasnya. (lufi)

0 Response to "Junaidi Auly Keliling Lampung Sosialisasi Uang Elektronik "

Posting Komentar